Foto: Maria Lahengko.
Pamit Beli Pulsa, Vine Tak Pernah Pulang
Diduga Bergabung Dengan Gafatar
Manado, ME
Berita tentang pemulangan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang di tayangkan salah satu tv swasta nasional, seperti memberi secercah harapan bagi pasangan suami istri, Sarlis Silangen dan Maria Lahengko. Harapan untuk bertemu dengan putri tunggal mereka yang sempat terekam kamera berada di lokasi pengungsian pengikut Gafatar.
Dalam perjumpaan dengan wartawan media ini, sang ibu dengan suara bergetar menceritakan ihwal Vine meninggalkan rumah pada tanggal 12 Desember 2014. Waktu itu sekitar jam 14.30 Wita atau jam 15.00 Wita, dia pamit untuk mengisi pulsa. "Waktu itu memang kami sedang bercengkerama di teras dan waktu itu tidak biasanya dia menyuapi saya dengan biskuit," tutur Maria.
"Sesudah itu dia pamit dengan ayahnya yang duduk di pintu. Dia katakan, 'pa nda lama kita mo ka bawah mo pi isi pulsa," sambung Maria menirukan ucapan anaknya ketika itu.
Sejak itulah Vine tidak kembali lagi. Pada jam 10 malam, sang ibu sempat menghubungi salah satu teman anaknya untuk menanyakan keberadaan Vine. Menurut temannya itu, memanng Vine sempat menelepon dia tapi tidak sempat dijawab.
Melihat ada panggilan yang tidak terjawab sang teman pun berinisiatif menelepon balik. Saat itulah ada hal yang dianggap aneh karena yang menjawab telepon orang lain dan terdengar banyak suara perempuan yang menertawakan Vine kemudian mematikan telepon. Merasa aneh, temannya pun berinisiatif menelepon kembali namun sudah tidak aktif lagi.
Merasa ada kejanggalan keluarga pun berinisiatif melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Namun hal ini tetap tidak membuahkan hasil sampai keluarga mereka melihat berita tentang pengungsian pengikut Gafatar. (bartenson sampaleng)



































