Foto: Sarana prasarana mata air Malimbukar. (Foto: Ist)
Misteri Malimbukar Kuak Tudung Penggelapan Mata Air
Tomohon, ME
Misteri di balik nama Malimbukar bagi orang Minahasa, itu memiliki nilai sakral dari perspektif budaya dan filosofi hidup. Malimbukar dalam pemaknaannya, sebagai tempat perlindungan. Suatu wilayah bagian dari Gunung Mahawu berfungsi melindungi untuk kebaikan. Ironisnya, Malimbukar dimanfaatkan untuk melindungi kejahatan oknum tertentu.
Perjalanan sejarah mampu mengubah secara alami peradaban itu sendiri. Malimbukar pun dilupakan sebagian besar keturunan dari leluhur yang menghormatinya. Di peradaban moderen, tempat ini hanya sebatas sumber mata air yang menghidupi sebagian penduduk Kota Tomohon.
Tahun anggaran 2011, Malimbukar diexplorasi Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon untuk proyek pembangunan sarana mata air yang dialirkan ke pipa Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) dengan misi kebaikan untuk banyak orang. Dibalik misi tersebut terindikasi, adanya kepentingan oknum tertentu meraup keuntungan ilegal.
Kondisi ini tertutup rapat bak tudung meyelubungi mata air hingga menggelapkan sekelilingnya. Lama kelamaan, endapan kebusukan di balik tudung terkuak hingga mengendus kemana-mana. Kini, sengatan tajam aromanya tercium oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon.
Kepada Manado Express, Kepala Seksi Intelejen Kejari Tomohon, Wilke Rabeta SH membenarkan soal adanya kecurigaan. Dugaan penggelapan dana tertangkap indra penciuman intelejensi Kejari bersumber dari proyek yang berbandrol 4 Miliar Rupiah tersebut, Rabu (20/1)
"Benar, diduga terjadi peyelewengan dana proyek pembangunan sarana dan prasarana air bersih Malimbukar. Perkara ini sementara dalam penyelidikan. Tentang nama-nama oknum terduga akan diumumkan ketika penyelidikan selesai," ungkap Rabeta di ruang kerjanya.
Diketahui, sarana prasarana air bersih Malimbukar dibangun tahun 2011 oleh Dinas Pekerjaan Umum untuk PDAM di Kota Tomohon. (hendra mokorowu)



































