Foto: Sehan Landjar.
Muswil PAN Alot, Landjar Menguat
Manado, ME
Musyawarah wilayah (Muswil) ke IV Partai Amanat Nasional (PAN) berlangsung alot. Para politisi terbaik partai berlambang matahari terbit di Nyiur Melambai saling berjibaku. Ketegangan pun masih berlangsung dalam drama penantian sosok yang bakal memimpin PAN Sulawesi Utara (Sulut) ke depan.
Muswil yang dibuka Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Sabtu (16/1) malam itu, masih belum ada titik kesepakatan dari empat anggota formatur. Tim ‘penentu’ siapa yang berhak menakhodai PAN Sulut.
Dari 23 nama yang mencalonkan menjadi anggota formatur, diterima dan memilih hanya empat anggota, yakni Tatong Bara, Sehan Landjar, Felmi Peleng dan Ayub Albugis. Sementara, DPP merekomendasi seorang calon yakni, Boby Daud.
Empat anggota formatur yang dipilih oleh 23 anggota formatur itu. Tiga nama menyatakan siap menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) partai matahari putih ini. Ketiga nama itu yakni Sehan Landjar, Felmi Peleng dan Tatong Bara. Ketiganya menyatakan siap memimpin PAN Sulut selama lima tahun ke depan. Sedangkan Ayub Albugis menyatakan mundur dan mendukung Sehan Landjar. Pun begitu dengan Boby Daud. Namun dirinya memilih untuk netral.
Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat membuka Muswil, mengatakan untuk menjadi Ketua DPW PAN Sulut harus berdasarkan asas musyawarah dan mufakat. Namun, hingga pukul 00.00 Wita, belum ada titik temu dari tiga anggota formatur tersebut. “Jadi ibu Tatong Bara menyatakan bersedia, pak Sehan Lanjdar dan juga ibu Felmi Peleng menyatakan bersedia. Saya beri satu minggu lagi untuk bermusyawarah.
Jika tidak ada titik temu, nanti akan kita konsultasikan ke Ketua Umum pak Zulkifi Hasan,” kata pimpinan musyawarah, Yandri Susanto.
Ia meminta, para kader jangan saling mencemooh dengan kader lainnya. Hindari perpecahan sebab semua adalah kader PAN. “Jadi hasilnya akan kita tunggu satu minggu lagi dan selanjutnya akan kita bawa ke DPP,” tambah Susanto.
Wakil Ketua DPP PAN, Bara Hasibuan saat menutup Muswil meminta agar para kader yang menyatakan akan maju untuk bermusyawarah mencari mufakat. Sebab Sulut merupakan simbol kemajemukan dan PAN simbol partai nasionalis. “Semua kader diharapkan bersatu padu. Sebab PAN merupakan partai besar yang harus dijaga,” pinta Bara.
Sehan Landjar sendiri sejak jauh hari sebelumnya sudah menyatakan kesiapannya untuk memimpin PAN Sulut ke depan. Begitu juga dengan Tatong Bara yang menyatakan kesiapan untuk memimpin lagi PAN Sulut lima tahun ke depan. Sehingga dengan munculnya empat nama dan tiga menyatakan kesiapan untuk maju, Muswil akhirnya belum bisa menghasilkan Ketua PAN Sulut.
Sementara itu, pimpinan PAN yang juga Bupati Bolmong, Salihi Mokodongan mengatakan dirinya berharap Muswil ini bisa dengan cepat menentukan Ketua PAN Sulut. “Kita ikuti saja prosesnya seperti apa. Yang jelas siapapun yang menjadi ketuanya, harus kita hargai dan patuhi,” tandasnya.
SATU MINGGU BAGI FORMATUR UNTUK BERSEPAKAT
Pimpinan musyawarah, Yandri Susanto, mengatakan pemilihan Ketua PAN Sulut ini tidak ada unsur voting-voting atau perhitungan suara. Semuanya diselesaikan dengan cara bermufakat dan bermusyawarah.
Namun Yandri menegaskan, 3 anggota formatur yang menyatakan ingin maju menjadi calon Ketua PAN Sulut, hanya diberikan waktu seminggu. “Jika seminggu tidak ada hasil mufakat, maka akan diambil alih oleh DPP,” terangnya.
Jika sudah diambil DPP, lanjut Yandri, maka kemungkinan besar akan ditunjuk langsung siapa yang memimpin PAN Sulut untuk lima tahun nanti. (media sulut)



































